Jumat, 04 Mei 2012

E-mail perusahaan digunakan untuk kepentingan pribadi, apakah harus di blokir?

Banyak  karyawan menggunakan e-mail perusahaan untuk mengirim e-mail blast mengenai penjualan mereka seperti: Penjualan pribadi, pengumuman kelahiran, undangan pesta dll. Apakah hal tersebut tepat?


Pemikiran Konservatif, Tidak tepat, karena sudah memanfaatkan sumber daya perusahaan termasuk e-mail perusahaan untuk sarana pribadi. Sebagai administrator sistem, anda perlu mengeluarkan memorandum yang menunjukan bahwa karyawan harus memahami jenis aktivitas tersebut tidak sesuai. Anda juga harus memblokir akses untuk daftar distribusi kepada setiap orang kecuali untuk mereka yang membutuhkan daftar untuk bisnis.

Pemikiran Liberal, Sebuah e-mail berkala untuk daftar e-mail besar itu boleh-boleh saja. Jika menghapus semua aspek pribadi bekerja pada tim, pekerjaan anda sepertinya hambar tidak ada yang menikmati atau membosankan. Pertimbangkan apa yang penggunaan diterima e-mail perusahaan dan apa yang tidak. coba jangan begitu ketat karena tidak ada yang mau bekerja di perusahaan karena tidak adanya kebebasan dalam berinformasi.


Pendapat Saya, arti dari email adalah surat elektronik, gunanya adalah untuk menyampaikan informasi terutama informasi suatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Jika banyak karyawan yang menggunakan email untuk kepentingan Pribadi tidak apa-apa asalkan dengan memiliki etika dalam ber-email, sebagai administrator sistem ada baiknya membatasi email dengan hanya bisa mengirim sesama karyawan dalam perusahaan tersebut. Tidak lupa juga untuk selalu mengawasi dan mengontrol apa yang menjadi tanggung jawabnya seperti masalah email tersebut, jika ada hal yang ganjil dalam penggunaan email dan menghambat server sebaiknya diberikan sanksi berat. Dan tambahan dari saya ada baiknya diadakan semacam training tentang pengguna email dan bahaya fraud.


Tidak ada komentar: